Menuju 23 Part 1 – Graduated & First Job

wisuda

Menyelesaikan laporan skripsi dengan 170an halaman bisa dibilang gampang-gampang susah. Semangat 45 diawal, disusul santai anak pantai di pertengahan dan diakhiri banting tulang peras keringat di injury time semester 7 adalah perjalanan yang takkan saya lupakan. Bahkan karena sering begadang, saya sempat aktif menyimak Insomnia di Swaragama FM yang on air mulai jam 00.00 – 03.00 dini hari. Sempat pula aktif kirim-kirim salam nggak jelas dan request lagu-lagu rileks milik Ten to five, Laluna, So7, James Blunt, Paramore, untuk menjadi teman ngetik naskah laporan atau menyelesaikan beberapa coding projek skripsi sampai mendengar adzan untuk sholat subuh dan saya lanjutkan kembali hingga jam 8 pagi sebelum akhirnya berangkat ke kampus untuk bertemu dengan dosen pembimbing. Aktivitas rutin seperti itu hampir saya lakukan setiap hari. Saya jarang sekali tidur waktu itu, benar-benar fokus penuh menyelesaikan skripsi, maklum, injury time!.

Alhamdulillah, akhirnya saya menyelesaikan skripsi dengan sangat tepat waktu :). Kamis, 16 Februari 2012 bertepatan dengan ulang tahun Valentino Rossi, saya berkesempatan untuk berjuang mempertahankan diri dalam sidang pendadaran. Ternyata pendadaran tidak se-horror kabarnya, asal kamu paham apa yang kamu sampaikan, all izz well. Tapi kamu tidak bisa sombong dengan tidak berdo’a atau meminta untuk di do’akan terutama kepada Ibumu agar pendadaranmu berjalan lancar. Bawel tidaknya dosen penguji menjadi faktor external yang ngaruh banget dengan lancar atau tidaknya pendadaran. Alhamdulillah, pada akhirnya saya lulus dengan hasil yang cukup memuaskan dan bisa mengikuti wisuda pada hari Sabtu, 28 April 2012. Yay!

Pekerjaan reguler pertama

Tepat dua hari setelah wisuda, saya mulai bekerja sebagai Junior Graphic Designer di sebuah perusahaan animasi kelas middle yang lokasinya tak jauh dari kampus. Perkerjaan saya cukup menarik, saya menyukainya, dan saya benar-benar bisa mencoba apapun yang saya mau. Gaji pertama terasa amat spesial, karena saya bisa membeli beberapa hal yang belum bisa saya beli sewaktu kuliah. So sweet, meskipun tak jarang pada akhirnya dompet tipis sebelum waktunya. :D

Namun, hal yang menarik bukan pekerjaan apalagi gaji yang saya dapatkan, tapi beberapa file tausyah ustadz Yusuf Mansur yang ada di data server. Terus terang, sebelumnya saya tidak terlalu suka dengan ustadz yang satu ini, bagaimana mungkin seorang ustadz ngomongin bisnis, duit, kekayaan dunia? Nggak membahas tentang amalan dunia untuk mendapatkan tiket surga seperti ustadz kebanyakan?. Tapi karena faktor bosan membuat saya iseng untuk mendengarkan salah satu tausyah ustadz aneh itu. Kesan pertama yang saya dapat adalah lucu, saya suka sekali guyonannya. Hari-hari berikutnya, teman-teman kantor mengira saya sakiiit karena tertawa sendiri. Dari sini saya mulai menyukai gayanya, saya juga mulai memahami materi yang beliau sampaikan, terutama tentang sedekah. Sedekah nggak usah mikir! Singkatnya. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s