Pelajaran Futsal

soccer

17 – 17. Skor akhir futsal tadi pagi.

Seperti biasanya, setiap minggu pagi saya ikut bermain futsal bersama teman-teman jama’ah masjid. Meskipun saya cukup berantakan dalam bermain, terus terang it’s very fun to join with them. Rasanya puas bisa berlari mengejar dan merebut bola, kemudian menendangnya keras-keras ke gawang.

Futsal yang berdurasi 1 jam ini biasanya lapangan sampai penuh dengan 6 – 7 orang/tim. Tapi tadi pagi hanya 8 orang yang datang yang artinya kita bermain dengan 4 orang saja per tim. Saya berada di tim yang bisa dibilang seperti sebuah tangga. Maksudnya, jika diurutkan, skill futsal kami seperti anak tangga, saya berada ditangga paling bawah (paling berantakan :D) dan tim lawan dengan skill yang cukup merata.

10 menit pertama, kami tertinggal 5 – 7 (sebetulnya ngarang, saya nggak inget, biar lebih dramatis :) ). 20 menit berikutnya, kami memimpin 13 – 10. Padahal bisa dibilang kebanyakan goal kami buah dari sebuah keberuntungan. Salah satu diantara kami ada yang bilang “emang wong bejo ngalahke wong pinter..” artinya orang beruntung emang bisa mengalahkan orang pintar.

Saya jadi inget iklan Tolak Angin, dengan taglinenya “Orang pintar, minum tolak angin”. Dan sekarang ada iklan yang menjadi lawannya (saya lupa nama produknya) dengan tagline kurang lebih begini “Orang bejo minum … gak perlu pinter”. Sejujurnya saya tertawa kalau melihat iklan itu, maksud Tolak Angin dengan “Orang Pintar minum Tolak Angin” itu bukan berarti “kalau minum tolak angin harus orang pintar”.. hahaha… salah pengertian juga yang iklan satunya. Tapi ya nggak masalah, itu bagian dari inovasi dan kreativitas, patut untuk dikasih jempol juga.

Kembali ke Futsal. Pada akhirnya lawan yang dengan skill merata berhasil menyamakan kedudukan dengan skor 17 – 17, alias imbang.

Membahas masalah keberuntungan, memang kebanyakan goal dari tim kami adalah keberuntungan, tapi keberuntungan itu tidak ajaib datang begitu saja, kami nggak ngapa-ngapain tau-tau goal. Kami tetap bermain dengan kerjasama, dengan saling mengumpan, kemudian pada saat menembak ke gawang, ada saja yang sepertinya tidak goal menjadi goal.

Artinya keberuntungan tidak terjadi begitu saja, tanpa kita melakukan apapun. Tapi keberuntungan juga hasil dari sebuah usaha, atau bisa dibilang, keberuntungan itu bisa diciptakan (dengan usaha).

Keberuntungan itu mirip atau mungkin bisa diartikan sebuah kesempatan, seperti penggalan kalimat dari buku Young On Top New Edition di bab Make a lot of friends berikut :

Ketika seorang teman menghubungi kita untuk mengajak kerjasama, sesungguhnya kesempatan itu tidak datang kepada kita, tetapi telah kita “ciptakan” jauh sebelumnya … ketika kita berteman dengan teman kita itu! Coba bayangkan, kalau kita tidak berteman dengan dia, mungkin dia tidak menghubungi kita untuk kerjasama, tetapi menghubungi orang lain.

Kesimpulannya, keberuntungan atau kesempatan itu bisa diciptakan jauh sebelum mereka datang. Mereka bisa diciptakan dengan cara kita “menyiapkannya”, bisa dengan usaha yang sungguh-sungguh, make a lot of friends, melakukan hal yang bermanfaat dsb.

Jadi begitu ya, pelajaran futsal tadi pagi. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s