Jangan bersedih hati

Via Darwis Tere Liye

Orang2 sibuk sikut-menyikut, sibuk menggunakan seluruh kelicikan, lantas kita tersingkir dari sebuah kompetisi tidak adil, terinjak-injak oleh orang lain yg memilih menyuap, menyogok, maka sungguh, my dear, jangan pernah bersedih hati.

Orang2 sibuk menumpuk harta, mobilnya dua tiga mewah-mewah,

 rumahnya menjulang tinggi-tinggi, tidak peduli lagi apakah halal atau tidak, yg penting kaya, sedangkan kita hanya berjalan kaki kemana2, naik kendaraan umum, masih mengontrak, maka sungguh, my dear, jangan pernah gundah gulana.Orang2 sibuk bicara hebat, menonton konser group musik ngetop, pergi berlibur di antah berantahlah, ramai menghabiskan malam dengan hiburan, keren sekali, masuk dalam gaya hidup dunia, merayakan tahun baru dengan kembang api, merayakan hari kasih sayang, merayakan apapun, sedangkan kita hanya bisa menghibur diri, pukul sembilan sudah menguap mengantuk, tidur, hanya bisa merayakan dua lebaran saja, maka sungguh my dear, jangan bermuram durja.Orang2 sibuk bicara sekolah2 hebat dan ternama, dengan bayaran mahal fasilitas oke pula, guru2 top, kurikulum internasional, akses pendidikan hebat kemana2, sedangkan kita hanya bisa masuk ke sekolah sebelah rumah, bertemu guru yang juga serba susah hidupnya, maka sungguh my dear, jangan pernah membuat sesak hati.

Termasuk saat orang2 bicara tentang fasilitas kesehatan. Berobat ke rumah sakit mewah dengan kamar rawat inap seperti hotel2. Dokter2 spesialis lulusan terbaik, sedangkan kita hanya bisa pergi ke puskesmas, atau mantri keliling, maka sungguh my dear, jangan pernah bersedih.

Jangan bersedih melihat gegap gempita dunia, dan kita seolah hanya jadi penonton. Jangan pula bersedih saat tersudutkan, tidak ada yang membela ketika punya masalah, sementara di luar sana, orang2 bisa membeli penegak keadilan. Jangan bersedih dengan pertunjukan menakjubkan dunia, orang2 seolah begitu gampangnya memperoleh uang, sementara kita penuh peluh hanya demi sesuap nasi. Jangan pernah bersedih saat orang2 menganiaya…

Karena sesungguhnya, my dear, bukan, saya tidak ingin bilang kebahagiaan ada di hati. Atau kitalah yg menentukan bahagia atau tidak. Bukan itu. Malam ini ijinkanlah sy menggunakan muasal seluruh penjelasan itu, malam ini, ijinkanlah sy menggunakan kalimat terbaik yg telah menurunkan begitu banyak kalimat2 indah di dalam novel2 itu, di dalam cerita2 itu. Jangan pernah bersedih, my dear, karena sesungguhnya Allah bersama kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s