Hasil akhir nggak penting!

Race berlangsung sangat ketat hingga 2 lap terakhir. Nicky Hayden dan Colin Edwards saling bergantian memimpin jauh meninggalkan rider lainnya. Aksi gila-gilaan kedua rider asal Amerika Serikat ini membuat komentator tak bisa berhenti mengomentari setiap detik jalannya race Motogp Belanda di sirkuit Assen tahun 2006 lalu. Motogp Assen menjadi sangat penting mengingat Hayden yang membawa nama besar Repsol Honda yang sedang menjadi Championship Leader mempunyai kesempatan besar untuk menjauhkan diri dari kejaran Valentino Rossi yang membela Camel Yamaha yang waktu itu sedang dalam kondisi cedera dan berada diluar top 5. Sementara itu bagi Edwards yang menjadi tandem Rossi tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk menang sekaligus menahan Hayden lebih jauh di klasemen.

Sempat kehilangan selera nonton karena Rossi di belakang, pada akhirnya saya menjadi bersemangat, sampai-sampai berhenti ngemil ( emang udah abis sih :D ), jantung saya berdebar kencang, ikut merasakan ketegangan balap motor paling bergengsi dibumi itu.

Memasuki Last Lap, seperti kesetanan Edwards masih menempel ketat Hayden. Benar saja, memasuki tikungan pertama, Edwards berhasil mengambil alih posisi Hayden. Namun Hayden berhasil mengamankan kembali posisinya di tikungan berikutnya. Terlihat sorak sorai penonton disekitar track semakin membahana. Balapan semakin menarik. Edwards terus berusaha melewati Hayden disetiap kesempatan. Tak jarang keduanya side by side saat memasuki tikungan.

Selingan kamera yang men-shoot raut tegang penonton membuat saya semakin deg-degan. Saya sebagai penggemar Rossi tentu berharap Edwards yang menang.

Edwards memaksa Hayden sedikit melebar dan kemudian berhasil melewatinya. Spontan saya berteriak “YAY!” diikuti lompatan girang.

Namun, segalanya berubah setelah negara api menyerang… eh.

Namun, karena tidak ada yang mau mengalah, keduanya keluar track di tikungan terakhir. Sial bagi Edwards, dia tersungkur bersama motornya sementara itu Hayden berhasil mengendalikan motornya dan kembali ke track dengan cepat kemudian melakukan wheely melewati garis finish.

Dengan dibantu Marshall, Edwards menaiki motornya kembali. Memang hari yang buruk untuk Edwards, mesin motornya mati!.

Para Marshall mendorong motornya agar mesinnya hidup kembali… dan berhasil. Tapi Edwards terlalu lama, rider-rider dibelakangnya terus melewatinya. Sambil memukul-mukul tangki motornya dia melewati garis finish dan harus puas di posisi 13. Valentino Rossi yang sepanjang jalannya Race tidak melakukan hal yang berarti finish lebih baik darinya di posisi 8.

Meski begitu, beberapa Team Crew yang menunggunya di garis finish tetap memberikan applause begitu juga para penonton. Sesampainya di Pit Box pun, semua crew dan teknisi juga memberikan applause dan menepuk-nepuk punggungnya dengan bangga.

Kamera berganti men-shoot tribun penonton, dan terlihat hampir semua penonton memberikan standing applause untuk Edwards. Saya sendiri juga ikut tepuk tangan, Edwards membuat balapan menjadi seru dan menarik untuk di tonton, biarpun nggak juara dia tetap keren!.

Colin Edwards memberi pelajaran berharga untuk kita bahwa hasil akhir itu tidak penting, yang paling penting adalah kita berusaha memberikan yang terbaik yang kita bisa dalam setiap detail proses menuju hal apapun yang kita inginkan atau kita cita-citakan. Kebahagian meraih keberhasilan bukan terletak pada hasil akhir, tetapi terletak pada usaha seperti apa dan bagaimana kita melewati jalannya proses menuju keberhasilan itu. Motogp adalah hiburan balap motor yang letak menariknya ada pada rider-ridernya yang saling salip dari selepas Start sampai Finish. Namanya juga balapan, artinya harus saling balap, bukan berbaris rapi seperti sedang dalam acara touring. Nah, Colin Edwards berhasil menyuguhkan balapan yang sesungguhnya. Usahanya untuk melewati Hayden berkali-kali sampai tikungan terakhir, menjadi bukti yang cukup untuk para penonton bahwa Edwards sudah berusaha memberikan kemampuan terbaiknya. Lain ceritanya kalau dia tidak agresif menekan Hayden sepanjang race, walaupun dia finish di posisi 2 apresiasi penonton tidak akan sebesar itu. Kesannya tentu Edwards seperti tidak berusaha dengan sungguh-sungguh, karena dia tidak melakukan apapun untuk “menganggu” Hayden merebut kemenangan. Jika itu yang terjadi tentu Edwards menjadi tidak spesial.

Meraih cita-cita adalah impian kita semua. Tapi apakah kita sudah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meraihnya? Memberikan kemampuan terbaik kita dalam setiap detail proses menuju cita-cita?

Hasil akhir adalah masalah Puas atau Sesal. Puas karena kesungguhan kita sehingga kita berhasil atau Sesal karena kenapa kita tidak melakukan ini itu sehingga kita gagal?

Sebagai manusia yang jauh dari sempurna, yang pasti punya kelalaian dan kekhilafan, kita pasti merasakan penyesalan. Tapi setidaknya kita dapat meminimalisir penyesalan dengan usaha yang sungguh-sungguh. Pernah dengar kan teori Man Jadda Wa Jadda? (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil) Sepertinya tidak ada yang bisa membantahnya.

Hasil akhir tidak penting. Seperti kata teman saya, “Yang penting udah berusaha, udah dicatet sama malaikat!”. :)

2 responses to “Hasil akhir nggak penting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s