Mungkinkah menyatukan Agama dan Negara ?

Sejatinya Agama dan Negara adalah sesuatu yang saling melengkapi satu sama lain. Dengan adanya Agama, Negara dapat terus terkontrol sesuai dengan norma–norma Agama, selain itu Agama juga dapat menjadi pemersatu bangsa yang terdiri dari berbagai suku dan bangsa seperti di Indonesia. Dengan Agama yang memberi pengarahan kepada manusia supaya berbuat baik kepada sesama manusia, kepada alam dan beriman kepada Tuhan. Sedangkan dengan adanya Negara, Agama dapat lebih terorganisir, maksudnya rakyat yang mempercayai dan menganut suatu Agama tidak dapat di paksakan untuk menganut Agama lain, sepanjang Agama tersebut telah di akui oleh Negara. Contohnya di Indonesia, kebebasan dalam menganut suatu Agama tercantum dalam pasal 29 UUD 1945. Yang berbunyi bahwa “Negara berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa, Negara Menjamin Kemerdekaan Tiap-tiap Penduduk untuk memeluk Agamanya, dan beribadat menurut Agamanya dan kepercayaannya itu”. Sehingga Tiap penduduk tidak perlu risau dengan Agama yang di anutnya, karena Negara sudah menjamin Kemerdekaan untuk memeluk Agamanya, dan beribadat menurut Agama dan Kepercayaannya.

Menyatukan Agama dan Negara: Mungkinkah ?

Sekarang ini Negara memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari Agama, buktinya adalah Pendidikan. Pendidikan di Indonesia (untuk Sekolah Negeri) tidak ada yang berlandaskan suatu Agama secara penuh. Pelajaran Agama hanya di ajarkan sewajarnya saja, dan terlihat seperti sebuah pelengkap saja, tidak begitu di anggap penting untuk sebuah hasil akhir. Hasil akhir yang paling penting adalah Pelajaran Sains dan Matematika, serta Bahasa. Tidak ada Agama. Jika ini terus berjalan Negara akan semakin jauh meninggalkan Agama. Untungnya, masih ada Sekolah yang berlandaskan Agama di Sekolah-sekolah Swasta. Walaupun saat ini Sekolah Swasta masih saja dilihat sebelah mata oleh masyarakat, tetapi Sekolah yang berlandaskan Agama tersebut dapat menciptakan masyarakat yang berpendidikan Agama yang tinggi. Mereka dapat menjadi penerus Pemuka Agama masing – masing. Sehingga walaupun Negara jauh dari Agama sekalipun, mereka akan tetap membimbing masyarakat untuk tetap hidup berAgama.

Sehingga jika di tanya Mungkinkah menyatukan Agama dan Negara?, jawabannya adalah mungkin saja, tapi sulit. Karena sekarang ini kedudukan Negara lebih tinggi daripada Agama. Sehingga yang paling mungkin adalah Negara berlandaskan Agama, bukan Agama menyatu (secara penuh/sejajar) dengan Negara.

Seperti kutipan dari blog paramadina.wordpress.com, yang di tulis oleh Masdar F. Mas’udi menyebutkan bahwa dinamika hubungan Agama dan Negara telah menjadi faktor kunci dalam sejarah peradaban/kebiadaban umat manusia. Di samping dapat melahirkan kemajuan besar, hubungan antara keduanya juga telah menimbulkan malapetaka besar. Tidak ada bedanya, baik ketika Negara bertahta di atas Agama (pra abad pertengahan), ketika Negara di bawah Agama (di abad pertengahan) atau ketika Negara terpisah dari Agama (pasca abad pertengahan, atau di abad modern sekarang ini).

Pola hubungan ronde pertama dan kedua sudah lewat. Bahwa masih ada sisa sisa masa lalu, dalam urusan apa pun termasuk hubungan Negara Agama, bisa terjadi. Tapi, sekurang kurangnya secara teori, kini kita telah merasa cocok di ronde ketiga, ronde sekular, di mana Agama dan Negara harus terpisah, dengan wilayah jurisdiksinya masing masing. Agama untuk urusan pribadi, Negara untuk urusan publik.

Sejauh ini kita beranggapan hubungan sekularistik untuk Agama-Negara merupakan opsi yang terbaik. Dalam pola hubungan ini, Agama tidak lagi bisa memperalat Negara untuk melakukan kedzaliman atas nama Tuhan; demikian pula Negara tidak lagi bisa memperalat Agama untuk kepentingan penguasa.

Kembali ke pertanyaan Mungkinkah menyatukan Agama dan Negara? Jawabannya adalah mungkin, akan tetapi tidak menyatu sepenuhnya melainkan  Agama melebur kedalam Negara. Agama menjadi pedoman hidup bernegara bagi tiap – tiap penduduk untuk hidup di suatu Negara.

Referensi : google.com, paramadina.wordpress.com, UUD 1945 RI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s